2 Tahap Utama Metode / Jenis Pengolahan Kulit yang Dilakukan di Industri

Jenis Pengolahan Kulit – Pada prinsipnya proses pengolahan kulit mentah dari hewan melalui dua proses utama, pengawetan dan penyamakan.

Kedua proses inilah yang menyebabkan kulit mampu bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.

Pengawetan adalah proses untuk mencegah terjadinya degradasi komponen-komponen jaringan kulit (lisis).

Caranya dengan menciptakan kondisi yang tidak cocok dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme perusak kulit.

Sedangkan penyamakan didefinisikan sebagai proses untuk merubah kulit mentah yang bersifat tidak stabil menjadi kulit tersamak yang bersifat stabil menggunakan bahan penyamak, sehingga dihasilkan kulit yang lebih tahan terhadap aktivitas mikroorganisme dan kerusakan fisikokimia.

Dua Tahap Utama Jenis Pengolahan Kulit

Dalam masing-masing proses tersebut terdiri dari berbagai macam jenis pengolahan. Berikut ulasannya lengkap, singkat, dan padat.

1. Pengawetan

Jenis Pengolahan Kulit
agrinak.com

Prinsip pengawetan adalah penurunan kadar air hingga batas tertentu (serendah mungkin) dimana mikroorganisme perusak kulit tidak mampu lagi tumbuh.

Adapun tujuan pengawetan kulit secara umum diantaranya sebagai berikut:

  • Sebagai tahap pencegahan dari faktor kulit sementara waktu, sebelum kulit diolah ke tahap selanjutnya. Diharapkan struktur dan keadaan kulit tidak berubah dengan dilakukannya pengawetan.
  • Untuk jangka panjang pengawetan bertujuan agar aman ketika disimpan lebih lama. Kulit dapat dikelompokkan menurut besar dan kualitasnya berdasarkan hasil pengawetan.

Secara umum dikenal empat jenis pengawetan kulit, yaitu:

a. Pengawetan dengan Pengeringan dan Zat Kimia

Tahap pertama dalam proses pengawetan ini yaitu pencucian dan pembuangan sisa daging yang menempel pada kulit.

Setelah ditiriskan, kemudian dilakukan pemberian zat kimia lalu kulit dibentangkan untuk dikeringkan di bawah sinar matahari.

b. Kombinasi Penggaraman dan Pengeringan

Setelah kulit dibersihkan selanjutnya direndam dalam larutan garam (NaCl) selama 1-2 hari. Kadar salinitas garam yaitu pada kisaran 20-240oBe.

Kulit kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari, dilipat jika sudah kering dengan baik.

c. Pengawetan dengan Garam Basah

Hampir sama dengan proses pengawetan kedua, namun pada proses pengawetan ketiga ini tidak perlu dilakukan pengeringan.

Setelah direndam larutan garam kulit diletakkan pada lantai miring yang telah ditaburi garam.

d. Pengawetan dengan Pengasaman (Pickling)

Kebanyakan digunakan di New Zealand untuk mengawetkan kulit domba. Teknik ini memang dikhususkan untuk kulit-kulit yang berbulu.

Terdiri dari tahapan pengapuran (liming), buang kapur (deliming), dan beitzing. Pengerjaan pickilng sendiri memakan waktu kurang lebih selama dua bulan.

2. Penyamakan

marketplays.id

Mekanisme penyamakan kulit pada prinsipnya adalah memasukkan bahan penyamak ke dalam anyaman atau jaringan serat kulit atau kolagen sehingga terjadi ikatan kimia antara zat penyamak dengan kolagen kulit.

Akibat mekanisme ini, kolagen kulit sebagai protein yang mudah rusak akan bereaksi dengan bahan penyamak sehingga kulit lebih tahan terhadap pengaruh kimia, mikroorganisme, dan fisik.

Berikut empat jenis teknik penyamakan yang paling banyak dikenal dan digunakan:

a. Penyamakan Mineral

Penyamak dengan bahan penyamak mineral , misalnya bahan penyamak krom. Kulit yang dihasilkan misalnya kulit boks, kulit jaket, kulit glase, kulit suede, dan lain-lain.

Disamping itu ada pula bahan penyamak aluminium yang biasanya untuk menghasilkan kulit berwarna putih ( misalnya kulit shuttle cock). Hasil penyamakan ini dapat digunakan untuk bahan jaket, tas, lap, dan sepatu.

b. Penyamakan Nabati

Merupakan teknik penyamakan menggunakan bahan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung bahan penyamak.

Misalnya kulit akasia, sagawe , tengguli, mahoni, dan kayu quebracho, eiken, gambir, teh, buah pinang, manggis, dan lain-lain.

Kulit jadi yang dihasilkan misalnya kulit tas koper, kulit sol, kulit pelana kuda, kulit ban mesin, kulit sabuk, dan lain-lain.

c. Penyamakan Sintetis

Teknis penyamakan ini menggunakan bahan yang berasal dari golongan fenol yang telah mengalami proses sulfonasi dan kondensasi. Kulit sintetis terlihat mengkilap dan lebih tipis dari kulit asli.

d. Penyamakan Minyak

Bahan penyamak berasal dari minyak ikan hiu atau ikan lain, biasanya disebut minyak kasar. Kulit yang dihasilkan misalnya: kulit berbulu tersamak, kulit chamois ( kulit untuk lap kaca), dan lain-lain.

Dalam prakteknya untuk mendapatkan sifat fisis tertentu yang lebih baik, misalnya tahan gosok, tahan terhadap keringat dan basah, biasanya dilakukan dengan cara teknik penyamakan kombinasi.

Ada kalanya suatu industri penyamakan melakukan kedua jenis pengolahan kulit di atas dengan kombinasi proses di masing-masing tahap.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.