Macam Bahan Penyamak Kulit Mulai Dari Yang Alami Hingga Sintetis

Terdapat beberapa macam bahan penyamak kulit yang biasa digunakan untuk menyamak kulit hewan.

Kulit hewan yang telah disamak ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai barang fashion, seperti tas, jaket, hingga sepatu.

Bahkan kulit hewan yang digunakan sebagai bahan beduk atau rebana juga melewati proses penyamakan.

Penyamakan bahan kulit bertujuan agar kulit menjadi lebih stabil dalam artian awet dan tahan lama setelah diolah.

Biasanya kulit hewan asli yang belum diolah akan rentan terhadap perubahan yang dipengaruhi oleh faktor fisik, kimia, dan biologi.

Kulit hewan akan mudah busuk dan rusak. Proses penyamakan atau yang dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan istilah tanning ini yang membuat kulit lebih awet.


Macam-Macam Bahan Penyamak Kulit


marketplays.id

Terdapat berbagai bahan yang bisa digunakan untuk menyamak kulit mulai dari yang alami hingga bahan kimia.

Metode penyamakan dari tiap-tiap bahan yang digunakan juga berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis bahan samak dalam industri pengolahan kulit:

Krom (Mineral)

Senyawa krom atau kromium sulphat basa dianggap sebagai bahan samak paling efektif dan efisien. Jenis krom ini lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan krom heksavalen.

Kelebihan lain proses penyamakan menggunakan bahan kimia adalah prosesnya yang lebih cepat dibanding dengan penyamakan menggunakan bahan-bahan alami.

Dalam proses penyamakan dengan bahan kimia tidak hanya mineral krom yang digunakan, tapi ada campuran air, garam, hingga baking soda. Terkadang juga menggunakan campuran tawas.

Penyamakan Nabati

Dinamakan penyamakan nabati karena bahan yang digunakan untuk menyamak berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan. Teh dan ekstrak mimosa merupakan bahan yang biasa digunakan dalam industri ini.

Tumbuhan tersebut mengandung zat tanin (polifenol) alami. Waktu yang dibutuhkan dalam proses penyamakan menggunakan bahan nabati sekitar 2 hari.

Mekanisme kerja zat tanin dalam penyamakan ini cukup sederhana. Zat tanin akan mengikat kolagen protein pada kulit kemudian melapisinya.

Pelapisan ini akan membuat kolagen pada kulit tidak larut air dan tahan terhadap serangan bakteri yang membuat kulit cepat busuk. Kulit yang dihasilkan dari penyamakan nabati hasilnya bersifat lebih fleksibel.

Penyamakan Sintetis

bhizimusi.com

Hasil yang didapat dari penyamakan dengan bahan kimia sintetis ini disebut dengan wet white karena warnanya yang putih.

Jika bahan kimia krom menghasilkan warna biru maka campuran bahan kimia yang digunakan dalam penyamakan ini menghasilkan warna putih.

Aldehid, aluminium, zirconium, titanium, iron sal, dan kombinasinya adalah campuran bahan kimia untuk proses penyamakan sintetis.

Setelah disamak kulit yang masih dalam kondisi basah dan belum diwarnai akan berwarna terang, maka dari itu disebut wet white.

Biasanya penyamakan sintetis dikombinasikan dengan penyamakan nabati maupun krom.

Minyak

Minyak yang digunakan dalam proses penyamakan kulit biasanya adalah minyak hewani.

Entah berasal dari minyak yang terkandung dalam otak hewan maupun hati ikan. Bisa dibilang bahan samak dengan menggunakan minyak adalah yang paling mahal.

Selain menggunakan minyak hewani samak juga dilapisi dengan bahan yang mengandung lilin (wax). Sehingga karakteristik kulit yang dihasilkan akan cenderung lembut dan tahan air.

Jenis kulit ini sangat bagus dan mahal yang sangat cocok digunakan untuk bahan dasar boot, sepatu, maupun topi.

Bahan Natural Penyamak Kulit

Terakhir adalah bahan yang bisa dibilang paling murah, tapi membutuhkan waktu yang paling lama. Penyamakan alami biasanya menggunakan air dengan pH yang sangat rendah.

Selain itu prosesnya kulit perlu direndam dalam air dengan pH rendah tersebut dengan suhu yang rendah dan tanpa oksigen. Kombinasi dari kondisi itulah yang membuat kulit nantinya menjadi lebih awet.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.