Proses Pengolahan Kulit Sapi dan Penjelasan Lengkapnya

industry.co.id

Proses Pengolahan Kulit Sapi – Teknik pengolahan produk berbahan dasar kulit telah dikenal sejak zaman dahulu kala.

Dapat dikatakan material kulit merupakan salah satu penemuan tertua dalam peradaban kehidupan manusia.

Hal ini didukung dengan ditemukannya lukisan dinding dan artefak peradaban Mesir kuno yang terbuat dari material kulit hewan.

Dahulu kala penggunaan material kulit adalah opsi samping dari hasil berburu. Kini produk kulit menjadi produk dengan nilai ekonomis paling tinggi.

Proses Pengolahan Kulit Sapi Primadona di Industri Penyamakan

kompas.id

Beberapa kulit hewan tersebut diantaranya sapi, domba, ikan pari, rusa, kambing, kerbau, dan lain sebagainya.

Kulit sapi masih menjadi primadona yang tak terkalahkan, dimana menduduki peringkat pertama dengan kualitas paling premium.

Seperti apa sih proses pengolahan kulit sapi sehingga memiliki kualitas numero uno? Yuk kita intip bahasan di bawah ini!

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan bermula dari proses pengangkutan kulit segar ke lokasi pengolahan. Untuk menjaga kualitas kulit, disinilah proses pengawetan diterapkan.

Selain disimpan dalam kondisi dingin, biasanya dilakukan penambahan garam.

Selanjutnya dilakukan proses pemisahan kulit (quality control) berdasarkan kualitas tertentu. Kemudian kulit direndam untuk menghilangkan kotoran dan sisa garam.

Berlanjut dengan proses penghilangan sisa-sisa daging dan bulu (jika bulunya banyak dan tebal) yang menempel pada kulit.

Untuk menghilangkan bulu kulit direndam di dalam larutan kapur yang dikenal dengan proses liming.

2. Proses Penyamakan

Sebuah tahapan penting yang berperan menentukan kualitas akhir pada kulit (leather). Penyamakan adalah proses untuk merubah kulit mentah yang bersifat tidak stabil menjadi kulit tersamak.

Kulit tersamak bersifat stabil dengan menggunakan bahan penyamak, sehingga dihasilkan kulit yang lebih tahan terhadap aktivitas mikroorganisme dan kerusakan fisikokimia.

Mekanisme penyamakan kulit pada prinsipnya adalah memasukkan bahan penyamak ke dalam anyaman atau jaringan serat kulit atau kolagen sehingga terjadi ikatan kimia antara zat penyamak dengan kolagen kulit.

Akibat mekanisme ini, kolagen kulit sebagai protein yang mudah rusak akan bereaksi dengan bahan penyamak sehingga kulit lebih tahan terhadap pengaruh kimia, mikroorganisme, dan fisik.

Tahap akhir dari penyamakan yaitu pengeluaran cairan dari dalam kulit menggunakan mesin press.

3. Pemisahan (Splitting) dan Penipisan

Dalam tahap ini dilakukan pemotongan kulit secara horizontal menggunakan mesin pembelah.

Kulit yang telah disamak diatur ketebalannya sehingga diperoleh bagian top grain dari split grain. Proses pemisahan disesuaikan dengan kebutuhan pada proses selanjutnya.

4. Pengaturan

Kelebihan air pada kulit agar keluar sebelum proses pengeringan diatur pada tahap ini.

Biasanya dengan cara kulit dilebarkan di atas frame dengan ujung-ujung kulit dikait menggunakan klip. Pengaturan ini bertujuan agar kulit menjadi lebih lunak saat pengeringan.

Di dalam proses pengaturan juga terdapat proses pewarnaan dan peminyakan. Sebelum diwarnai kulit dinetralisir terlebih dahulu untuk menghilangkan zat asam yang tersisa.

Selanjutnya dilakukan perendaman pada berbagai warna sesuai yang diinginkan.

Setelah selesai diminyaki selanjutnya kulit dikeringkan dengan cara digantung, atau dikeringkan menggunakan oven, atau dikeringkan dengan cara divakum.

5. Conditioning dan Finishing

Tersedia berbagai macam pilihan teknologi finishing, mulai dari pewarna jenis kimia, pola permukaan yang lembut, hingga pola permukaan kulit yang antik.

Proses finishing bertujuan untuk memperbaiki tekstur permukaan kulit setelah dikeringkan.

Kulit diberi jenis-jenis lapisan permukaan yang didesain agar kulit memiliki efek enak dipandang mata dan diraba dengan tangan.

Proses finishing tergantung pada jenis kulit yang ingin dihasilkan. Secara umum terdiri dari tahap buffing, pengamplasan, pewarnaan ekstra, hingga tahap quality control.

Tahap akhir ini sangat menentukan tipe atau jenis kulit yang akan dihasilkan. Terutama pada efek ketahanan dan fleksibilitas kulit terhadap air.

Selain itu lembut atau tidaknya permukaan kulit yang dihasilkan juga bergantung pada proses finishing

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.