4 Tahap Utama Proses Penyamakan Kulit di Industri

proses penyamakan atau pembuatan kulit Industri
tribunnews.com

Proses Penyamakan Kulit – Penyamakan adalah proses untuk merubah kulit mentah yang bersifat tidak stabil menjadi kulit tersamak.

Kulit tersamak bersifat stabil dengan menggunakan bahan penyamak, sehingga dihasilkan kulit yang lebih tahan terhadap aktivitas mikroorganisme dan kerusakan fisikokimia.

Secara ilmiah, mekanisme penyamakan kulit pada prinsipnya adalah memasukkan bahan penyamak ke dalam anyaman atau jaringan serat kulit atau kolagen sehingga terjadi ikatan kimia antara zat penyamak dengan kolagen kulit.

Akibat mekanisme ini, kolagen kulit sebagai protein yang mudah rusak akan bereaksi dengan bahan penyamak sehingga kulit lebih tahan terhadap pengaruh kimia, mikroorganisme, dan fisik.

Proses Penyamakan Kulit di Industri

proses penyamakan atau pembuatan kulit Industri
rri.co.id

Industri penyamakan kulit adalah industri yang mengolah kulit mentah (hides atau skins) menjadi kulit jadi atau kulit tersamak (leather) dengan menggunakan bahan penyamak.

Pada proses penyamakan, semua bagian kulit mentah yang bukan kolagen saja yang dapat mengadakan reaksi dengan zat penyamak.

Kulit jadi sangat berbeda dengan kulit mentah dalam sifat organoleptis, fisik, maupun kimiawi.

Dalam industri penyamakan kulit, ada tiga pokok tahapan penyamakan kulit yang terdiri dari:

  • Proses pengerjaan Basah (beam house)
  • Proses penyamakan (tanning)
  • Penyelesaian akhir (finishing).

Masing-masing tahapan ini terdiri dari beberapa macam proses, setiap proses memerlukan tambahan bahan kimia dan pada umumnya memerlukan banyak air, tergantung jenis kulit mentah yang digunakan serta jenis kulit jadi yang dikehendaki.

Secara umum tahapan penyamakan kulit adalah prapenyamakan, penyamakan, pascapenyamakan, dan penyelesaian. Berikut uraian lengkapnya:

1. Pra-penyamakan

Pada dasarnya tahapan yang tergolong pada pra penyamakan berfungsi untuk menyiapkan kondisi kulit agar siap untuk disamak.

Substansi-substansi kulit diaktifkan dan dikondisikan agar reaktif terhadap bahan penyamak.

Tahap prapenyamakan juga disebut “Tahap Rumah Basah” (Beam House) karena berlangsung dalam lingkungan serba basah.

Pada proses penyamakan kulit ikan pari misalnya, proses beam house terdiri dari tujuh tahapan proses, yaitu perendaman (soaking), pengapuran (liming), pembuangan daging (fleshing) dan sisik, pembuangan kapur (deliming), pengikisan protein (bating), dan pengasaman (pickling).

2. Penyamakan Kulit

Penyamakan kulit bertujuan untuk mengubah sifat kulit yang tidak stabil menjadi stabil terhadap perlakuan-perlakuan tertentu, seperti adanya aksi bakteri, zat kimia, dan perlakuan fisik.

Seorang ahli menegaskan bahwa penyamakan adalah suatu proses pengubahan kulit mentah yang tidak stabil dengan kulit samak yang stabil, karena adanya reaksi kimia antara bahan penyamak dan kolagen pada kulit mentah.

Bahan penyamak yang digunakan pada penyamakan kulit terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu bahan penyamak organik, dan bahan penyamak anorganik.

Perbedaan penggunaan bahan penyamak pada penyamakan kulit terletak pada pH cairan yang digunakan.

Penyamakan nabati mempunyai pH awal penyamakan antara 4-5. pH awal penyamakan krom 2,5-3 dan penyamakan sintesis memerlukan pH awal sama dengan penyamakan nabati, yaitu 4-5.

3. Pasca Penyamakan

Proses pasca penyamakan memiliki beberapa tahap, yaitu proses penyamakan ulang, proses peminyakan dan proses pengecatan.

Proses penyamakan ulang bertujuan untuk menyempurnakan proses penyamakan dan mengisi kulit agar memiliki pegangan yang baik.

Peminyakan bertujuan untuk memasukkan minyak atau sejenis minyak ke dalam struktur kulit, sehingga serat yang satu dengan serat yang lain tidak terjadi penempelan secara langsung.

Pewarnaan dilakukan untuk memberikan warna pada kulit sesuai dengan warna yang diinginkan atau dibutuhkan.

Sebuah sumber menyebutkan proses pengecatan jarang dilakukan pada kulit samak nabati atau sintesis, karena akan menyebabkan warna kulit menjadi kurang terang.

4. Penyelesaian

Proses penyelesaian (finishing) meliputi pengeringan, pementangan, pelemasan dan pengamplasan.

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam kulit. Pementangan bertujuan untuk mementang atau merentangkan kulit sehingga dicapai luasan yang maksimal dengan kondisi yang rata.

Pelemasan bertujuan untuk menjadikan kulit lebih lemas dengan menggunakan alat stocking dengan cara menggosok-gosokkan kulit bagian daging dibagian atasnya.

Pengamplasan kulit dilakukan pada bagian sisik dan bagian daging. Pengamplasan pada bagian yang bersisik bertujuan untuk memperhalus permukaan sisik dan menghilangkan serabut daging yang masih ada.

Sedangkan pengamplasan pada bagian daging bertujuan untuk menghaluskan serabut-serabut yang timbul akibat proses pelemasan kulit.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.