Sejarah Pengolahan Kulit serta Inovasi Metode Penyamakan di Industri

sepatumagetan.com

Sejarah Pengolahan Kulit – Kulit merupakan satuan tenunan jaringan tubuh hewan (binatang), yang terbentuk dari sel-sel hidup dan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan.

Ditinjau secara Histologi (ilmu jaringan tubuh), kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu: lapisan Epidermis, lapisan Corium (Derma), dan lapisan Hypodermis (Subcutis).

Kulit mentah ialah kulit binatang yang belum disamak (diawetkan dengan menggunakan obat penyamak). Kulit yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan kulit biasanya berasal dari hewan ternak.

Cara menentukan dan memilih bahan disesuaikan dengan bentuk dan kegunaan barang yang dibuat.

Kulit perlu diolah terlebih dahulu sehingga menjadi bahan yang siap untuk dipakai menjadi bahan kerajinan kulit mentah.

Bahan untuk kerajinan kulit mentah perlu disiapkan melalui proses: mengeringkan dan meratakan kulit mentah tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan kerajinan kulit mentah.

Sejarah Singkat Pengolahan Kulit

Sejarah Pengolahan Kulit
biopolish.com

Teknologi penyamakan kulit hewan telah dikenal semenjak zaman kuno. Masyarakat menggunakan kulit sebagai bahan baku pembuatan pakaian, furniture, aksesoris, interior kendaraan, alat musik, dan lain sebagainya.

Sejarah mencatat produk kulit ditemukan sejak tahun 1300 SM (Sebelum Masehi) di Mesir, Afrika.

Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya peninggalan pahatan/ relief pada batu yang bertuliskan bagaimana proses pengolahan kulit dilakukan.

Berbagai bangsa di belahan dunia berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi pengolahan bahan kulit.

Awal mulanya kulit merupakan hasil samping yang didapatkan dari aktivitas berburu dan digunakan hanya untuk membuta baju dan tenda.

Ketika musim dingin tiba, masyarakat pada kala itu merasakan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Saat itu mereka mulai melakukan inovasi dengan menggosok jaringan lemak pada kulit (kini dikenal dengan proses tanning) hingga dihasilkan kulit jenis assyruan dan homers.

Pada masa middle age mulai tercipta roduk leather tanning hasil dari trial dan error mengawetkan kulit hewan mengunakan asap, minyak, dan ekstrak kulit kayu.

Pengolahan Vegtan leather atau kulit nabati mulai ditemukan pada abad ke-19.

Pertama kali dilakukan dengan penambahan ekstrak kayu dari beberapa jenis, digabungkan dengan proses chrome tanning.

Kerajinan Kulit Pertama

sepatumagetan.com

Penggunaan kulit binatang sebagai bahan kerajinan pertama kali ditemukan sejak zaman Paleolithic.

Situs-situs dari zaman tersebut membuktikan adanya bekas alat yang digunakan untuk menghilangkan rambut binatang dan alat memotong kulit.

Masyarakat pada kali itu menyadari bahwa kulit binatang akan cepat membusuk jika tidak segera diolah lebih lanjut.

Metode awal untuk mengawetkan kulit adalah dengan menggunakan tanah kemudian diregangkan dan dijemur.

Proses penyamakan kuno adalah dengan cara menghilangkan lemak dan dijemur seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sebelum ditemukannya berbagai jenis gara, dan sulfur, proses penyamakan kulit memakan waktu yang cukup lama.

Bahkan metode penyamakan lain tidak sengaja ditemukan karena membiarkan kulit berubah warna di dalam hutan, akibat terkena vegetasi tanaman yang ada di dalam hutan.

Seni pewarnaan kulit awalnya dilakukan menggunakan ekstrak kayu. Dahulu kala metode ini merupakan rahasia turun menurun di kalangan produsen kulit yang dikenal dengan sebutan leather trade guild.

Perkembangan Metode Pengolahan Kulit

marketplays.id

Awal abad ke-18 pertama kali ditemukan teknologi mesin dan listrik. Sejak saat peradaban dunia semakin maju, sehingga berpengaruh pada teknologi pengolahan kulit, khususnya pada proses penyamakan.

Salah satu meode penyamakan termutakhir kala itu adalah menggunakan tawas.

Sebuah mineral yang ketersediaannya melimpah di seluruh dunia, terlebih di darah sekitar gunung berapi. Seiring waktu akhirnya ditemukan metode menggunakan garam krom.

Abad ke-19 merupakan perkembangan teknik finishing khususnya pada proses pewarnaan kulit dan tanning khusus untuk kulit hewan.

Kini perkembangan industri kulit telah meraja lela di hampir belahan dunia. Perkembangan serta penemuan inovasi terbaru terus dilakukan untuk menghasilkan kualitas kulit terbaik.

Pada umumnya pada industri modern proses pengolahan kulit terdiri dari tiga tahap utama pre-tanning, penyamakan, dan finishing.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.